LAPORAN
SEMESTER PRAKTIKUM
BIOKIMIA
OLEH:
MEGA
SELFIA SITUMORANG
E10014029
FAKULTAS
PETERNAKAN
UNIVERSITAS
JAMBI
2015
KATAPENGANTAR
Puji syukur atas
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya
penulis dapat menyelesaikan Laporan Semester Biokimia ini dengan tepat waktu.
Laporan
praktikum ini penulis susun sebagai wujud realisasi dari hasil pengamatan atau
praktikum yang telah penulis lakukan sebelumnya dan juga sebagai bahan
pelengkap persyaratan yang menunjang mata kuliah Biokimia . Laporan ini penulis
susun khususnya untuk lingkup Fakultas Peternakan Universitas Jambi, akan tetapi
tidak menutup untuk keperluan atau lingkup yang lebih luas.
Penulis menyadari bahwa dalam proses
penulisan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara
penulisannya. Namun demikian, penulis telah berusaha dengan segala kemampuan dan
pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik. Penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan laporan-laporan
praktikum penulis selanjutnya. Semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi kita
semua Amin.
Jambi, April 2015
Penulis
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Salah satu
yang dipraktikumkan dalam praktikum Biokimia Dasar ini adalah protein
yang merupakan senyawa organik yang kompleks yang terbentuk jika senyawa
organiknya bergabung satu sama lain dalam polimer. Asam amino protein terdiri
dari ikatan peptida, formula asam amino,dan denatrasi. Faktor penyebab terjadi
denatrasi adalah faktor Kimia, Fisika, dan Biologis.
Kegiatan praktikum Biokimia
Dasar merupakan
komponen penunjang aktivitas perkuliahan. Latar
belakang diadakannya praktikum tersebut agar mahasiswa dapat mengetahui dan
mengenal apa-apa saja yang dipelajari di dalam mata kuliah Biokimia ini. Mulai
dari Protein dan Asam amino, Karbohidrat, Lipida sampai dengan Enzim.
Biokimia
adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses kimia atau
reaksi kimia yang terjadi di dalam zat hidup (sel hidup, makhluk hidup), baik
itu mokroorganisme, tanaman, invertebrata avertebrata, hewan menyusui dan
manusia. Dalam hal ini, dapat kita ketahui bagaimana kumpulan zat hidup
bercampur atau bereaksi menghasilkan zat. yang disebut dengan zat hidup. Dan
peranan biokimia ini adalah sebagai dasar pengembangan pengetahuan dasar
kedokteran, pertanian, peternakan, biologi, mikrobiologi, dan yang lainnya,
yang erat hubungannya.
Protein
merupakan makromolekul terbanyak yang dapat ditemui dalam sel hidup, yang
merupakan komponen penting dan utama untuk sel hewan dan sel manusia. Protein
dapat diisolasi dari seluruh sel ke bagian sel. Dalam hal ini, protein
mempunyai peranan penting dalam biologi yang sangat penting, sebagai zat
pembenfuk, transport, katalisataor reaksi kimia, hormon, racun, dan yang
lainnya. Protein ini mempunyai empat fungsi utamanya yaitu untuk memperbaiki
jaringan yang rusak untuk pertumbuhan jaringan baru, sebagai enzim, dan sebagai
hormon. Sifat fisik dan kimia protein tersebut sangat beragam diantaranya:
ukuran, berat molekul, kelarutan, konformasi tiga dimensi, susunan dan deret
asam amino penyusunnya yang sngat mempengaruh semua factor tersebut.
Protein juga
merupakan senyawa organik kompleks yang terbentuk bila senyawa organik
bergabung satu sama lain dalam polimer. Di alam kita dapat menjumpai ribuan
jenis protein yang melangsungkan fungsi hayati yang bermacam-macam, sifat fisik
dan kimia protein yang terjadi sangat beragam, misalnya ukuran, berat, molekul,
kelarutan dan lain-lain, namun demikian semua protein alami pasti tersusun atas
20 jenis asam amino. Pengaruh beberapa parameter terhadap kelarutan protein
yaitu : kekuatan ion, pH, suhu, dan konstanta dielektrk. Sifat- sifat asam
amino adalah sifat asam basa titik isoelektrik dan aktivitas optik. Komposisi
asam amino protein yaitu formula asam amino, ikatan peptida isolasi protein,
dan denaturasi. Denaturasi adalah proses yang mengubah susunan ruang
konfigurasi tiga dimensi molekul protein dan struktur molekul asli/awal yang
teratur menjadi tidak teratur lagi. Denaturasi dapat terjadi oleh beberapa
faktor antara lain fisika (panas, tekanan, pembekuan, gaya permukaan, sinar X
dan radiasi ultra violet), kimia (pH ekshim, pelarut organik, amida dan
turunannya), dan biologis ( enzim-enzim proteolitik, denaturasi terjadi sebelum
hidrolisis).
Di alam kita
dapat menjumpai ribuan jenis protein yang melangsungkan fungsi hayati yang
bermacam-macam, sifat fisik dan kimia protein yang terjadi sangat beragam,
misalnya ukuran, berat, molekul, kelarutan dan lain-lain, namun demikian semua
protein alami pasti tersusun atas 20 jenis asam amino. Pengaruh beberapa
parameter terhadap kelarutan protein yaitu : kekuatan ion, pH, suhu, dan
konstanta dielektrk. Sifat- sifat asam amino adalah sifat asam basa titik
isoelektrik dan aktivitas optik. Komposisi asam amino protein yaitu formula
asam amino, ikatan peptida isolasi protein, dan denaturasi. Denaturasi adalah
proses yang mengubah susunan ruang konfigurasi tiga dimensi molekul protein dan
struktur molekul asli/awal yang teratur menjadi tidak teratur lagi.
Karbohidrat
terdiri dari Monosakarida, yang merupakan senyawa orgarnik yang sangat banyak
terdapat dibumi ini.Karbohidrat dapat dibagi menjadi Monosakarida,
Oligosakarisa dan Polisakarida. Lipida (lemak) tidak dapat dalam air, tapi bisa
larut dalam kloroform, bensin. Lipida disusun atas rantai Hidrokarbon panjang
berantai lurus, bercbang, atau membuat unsur siklis.
Karbohirat
merupakan senyawa organik yang paling berlimpah di bumi ini, yang tersusun
terutama oleh monosakarida. Sebagian besar zat-zat alam merupakan golongan
karbohirat fungsinya sebagai bahan baku (bahan sumber energi) baik untuk
mikroorganime, tumbuhan maupun hewan.
Karbohidrat
sering disebut dengan sakar, yang terbentuk pada proses fotosintesis sehingga
merupakan senyawa perantara awal dalam penyatuan CO2, Hidrogen,
Oksigen, dan energi matahari ke dalam bentuk hayati. Karbohidrat merupakan
sumber karbon untuk sintesa biomolekul dan sebagai bentuk energy poiimerik, dan
komponen dari unsur- unsur struktural sel dan merupakan bagian dari asam
nukleat. Dan karbohidrat ini mengandung komponen utama dan paling utama yaitu
monosakarida.
Karbohidrat
merupakan komponen penting pada beberapa senyawa seperti dinding sel tanaman
bakteri, mukopolisakarida kulit dan jaringan pengikat pada hewan. Karbohidrat
dibagi atas monosakarida seperti fruktosa" glukosa, manosa galaktosa dan
sebagainya.Komponen gula yang terdiri 6 atom C, disakarida (2 komponen
monosakarida), oligosakarida (3-6 komponen monosakarida) ditentukan juga oleh
gugus yang karakteristik sebagai aldoheksosa atau ketoheksosa. Monomer
monosakarida merupakan senyawa aldosa atau ketosa yang dinamakan sesuai dengan
jumlah karton pada eantainya. Mengenai struktur senyawa karbohidrat dikenal
sistem terbuka dari E. Fischer, terfutup dari Tollens, dan berbanding yang
diproyeksikan dari Harworth. Pembagian selengkapanya dari karbohidrat adalah
sebagai berikut monosakarida disebut juga gula sederhana diosa, triosa, tetrosa
dan pentosa (arabinosa, xylosa dan ribosa), heksosa (glukosa, fruktosa
galaktosa dan manosa). Kedua oligosakarida yaitu di, tri, tera, penta dan
heksasakarida (disakarida terdiri sukrosa maltosa, laktosa), dan ketiga
polisakarida yaitu amilum, glikogen, dekstrin, dan selulosa.
Karbohidrat
ini tersusun oleh tiga bagaian yaitu polihidroksi aldehid, polihidroksi
protease, dan polihidroksi keton. Karbohidrat terdiri dari tiga bagian
diantaranya monosakaraida, oligosakarida, dan polisakarida.
Asam amino
merupakan senyawa organik yang mengandung gugus amino dan karboksil. Alam amino
umumnya mudah larut dalam air, dan hanya sedikit atau bahkan tidak larut dalam
pelarut organik, dan titik leburnya sangat tinggi Asam amino dibebaskan dari
ikatan peptida pada hidrolisi enzim (protease) atau asam, dan asam amino dapat
dipisahkan satu dengan yang lainnya dengan cara kromatografi. Semua asam amino
mengandung gugus fungsional yang dapat bekerja sebagai asam atau basa
tergantung pada pH lingkungan. Dalam protein terdapat proses denaturasi yang berkaitan
dengan tergantungnya ikatan atau interaksi kimiawi antar molekul.
Lipida
merupakan komponen sel atau jaringan yang terdiri atas beraneka ragam senyawa
yang sebagian besar hanya larut dalam pelarut organik. Lipida tidak larut dalam
air, tetapi larut dalam pelarut organiknya, berupa: eter, kloroform, benzen,
alcohol, bensin, dan tetra yang karena sebagian besar tergolong gugus lipofil.
Secara sederhana lipida terdiri dari asil gliserol, fosfolipida, sfingolipida,
glikolipida, lipida terpen, termasuk korotenoid, dan steroid. Dalam lipida ini
terdapat dua komponen utama yaitu lemak (olive), dan minyak (oil). Lemak lebih
banyak ditemukan pada hewan, dan minyak lebih banyak diperoleh dari tumbuh-
tumbuhan.
Lemak
(lipida) merupakan senyawa organik yang tidak larut dalarn air tetapi dapat
diekstrasikan dengan pelarut non polar seperti kloroform, benzen, dan eter.
Lemak terdiri dari ester asam lemak dan gliserin, Iemak tidak dalam air tetapi
larut dalam ester, kloroform, bensin" karena sebagian besar tergolong
gugus lipofil. Dialam terdapat sebagai lemak yang netral dan disamping zat-zat
yang menyerupai lemak (lipoid). Lipida terutama disusun atas rantai hidrokarbon
panjang beiantai lurus, bercabang atau membuat stnrktur siklis. Lipida kompleks
mengandung komponen non lipida seperti fosfat pada lipida protein pada
proteolipida atau pada glukolipida. Trigleserida atau hiasil gliserol merupakan
molekul tidak bermuatan dan dikenal juga sebagai lipida nehal, lemak atau
minyak sederhana. Trigleserida merupakan bagian lipida yang dikonsumsi.
Trigleserida terurai menjadi komponen penyusun oleh lipase. Fosfolipida
merupakan turunan tiasil gliserol yang salah satu komponen asam lemaknya oleh
senyawa fosfat. Fosfolipida yang sering dijumpai dialam adalah lesitin, sefalin"
fosfogliserida serin, fosfogleserida inositol.
Trigliserida
disebut juga lipid Netral, yang merupakan molekul yang tidak bermutan.
Sedangkan Enzim protein yang disentesis oleh sel hidup untuk mengktalisis
reaksi yang berlangsung didalamnya.
Enzim merupakan protein yang
disentesis oleh sel hidup untuk mengkatalisasi reaksi yang berlangsung
didalamnya. Oleh karena reaksi yang enzimatis sangat bervariasi, maka
biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun jenisnya tak terhitung banyaknya.
Enzim merupakan biokatalisator dengan spesifikasi dan efisiensi tinggi. Enzim
dapat diproduksi dengan cara mengektraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan
mikroorganisme.
Cara ini memiliki beberapa
kelemahan, sehinggga yang sering dan umum dilakukan adalah cara membiakkan mikroba
penghasil enzim yang dikehendaki pada media tertentu kemudin diektraksi.
Keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya produksi lebih
rendah, dapat di produksi dalam waktu singkat serta mudah dikontrol. Kecepatan
produksi enzim dapat lebih ditingkatkan dengan mengunakan strain mikroba,
induksi mutan dan perbaikan kondisi kultur pertumbuhannya.
Enzim secara
khasnya disebut dengan katalisator yaitu dapat mempercepat terjadinya suatu
reaksi, tetapi pada umumnya tidak ikut muncul dalam perekasian tersebut. Enzim
ini juga merupakan protein yang disintesis oleh sel hidup untuk mengkatalisis
reaksi yang berlangsung di dalamnya, enzim ini juga disebut biokatalisator
dengan spesifisitas dan efisiensi tinggi. Enzim ini diproduksi dengan cara mengekstraksi
dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Di dalam tubuh enzim ini
sangat dibutuhkan oleh jaringan tubuh kita, karena jika tidak ada enzim maka
proses reaksi ditubuh kita akan berjalan lambat. Sebagai parameter dari reaksi
enzimatis yang diketahui dalam penelitian yaitu Kmax dan Vmax yang menyatakan
bahwa semakin murni suatu enzim maka akan semakin tinggi pula spesifik
aktifitasnya.
Tujuan
dan Manfaat
Praktikum
Biokimia Dasar melaksanakan parktikum sebanyak empat judul yaitu protein dan
asam amino, karbohidrat, lipida, enzim, dimana setiap judul praktikum tersebut
mempunyai tujuan masing-masing, dimana setiap judul praktikum tersebut
mempunyai tujuan masing-masing.
Adapun
tujuan pada praktikum biokimia dasar yang berjudul protein dan asam amino ada
banyak. Pertama, pada kelarutan asam amino yang bertujuan untuk melihat daya
larut berbagai asam amino dalam pelarut. Pelarut yang berbeda kedua, uji
ninhidrin yang bertujuan untuk mengidentifikasi asam α-amino. Dan yang terakhir
adalah uji millon yang brtujuan untuk mengidentifikasi asam amino yang
mengandung gugus fendik (tirosin)
Adapun
tujuan dan manfaat pada praktikum Biokimia Dasar yang berjudul karbohidrat ada
4, yaitu: pertama, untuk mengetahui terjadinya fermentasi yang
dilakukakan oleh sel ragi. Kedua, untuk menguji adanya karbohidrat dari
beberapa bahan yang di uji (secara umum). Ketiga, digunakan sebagai uji
umum karbohidrat dapat digunakan untuk menentukan semua macam karbohidrat. Dan
terakhir digunakan untuk pemeriksaan adanya gugus keton pada gula (Fruktosa)
juga dapat digunakan aldeheksora (glukosa), tetapi reaksinya agak lambat.
Pada
praktikum Lipida ini, sub materi yang dipraktikumkan minggu ini ada dua. Pertama pada
daya kelarutan lipida, ini bertujuan untuk melihat daya larutan lipida dan asam-asam lemak
dalam berbagai pelarut. Kedua, pada praktikum emulsi dari lemak bertujuan untuk
mengamati keadaan emulsi dari lemak dan zat yang bertindak sebagai emulgatur.
Adapun tujuan dari
praktikum enzim ini adalah untuk mengetahui pengaruh enzim papain dalam
krim santan kelapa untuk menghasilkan minyak, dan juga untuk mengetahui volume
dan mutu dari minyak yang dihasilkan.
Manfaat yang
dapat kita peroleh dari praktikum ini adalah dengan adanya hasil dari praktikum
yang telah dilaksanakan, maka dapat digunakan sebagi titik acuan dan bahan
perbandingan didalam menjawab segala permasalahan tentang pengujian dari
bagian-bagian Biokimia Dasar tersebut, serta masukan bagi kita semua di dalam
mata kuliah biokimia tersebut, dan menjadi syarat di dalam memenuhi tugas
praktikum dan mata kuliah biokimia dasar ini. Serta dari praktikum ini kita
dapat mengetahui tekhnik atau cara dalan melakukan pengukuran larutan. Selain
itu juga dapat mengenal alat-alat yang digunakan di iaboratorium ini beserta
fungsi alat tersebut.
TINJAUAN
PUSTAKA
Protein
dan Asam amino
Abas(2000) Semua
asam amino, atau peptida yang mengandung 2 amino bebas akan bereaksi dengan
ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan
hidroksi prolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
Anwar M (2001),
bahwa asam amino merupakan satuan penyusun protein, berdasarkan rumus bangunnya
asam amino dapat dipandang sebagai turunan asam karboksilat, yang satu atom
hidrogennya digantikan oleh gugus amino.
Argham(2001)
Kelarutan protein didalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh
beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik
pelarutnya..
Addi Krisbyanto
(2008) Protein adalah senyawa penting menyusun sel hidup. Senyawa ini tedapat
semua jaringan hidup baik tumbuhan maupun tumbuhan. Fungsin protein sangat
beragam antara lain sebagai pembangun,
pengatur, pertahanan, dan sebagai sumber energi. Dalam bahasa yunani protein berarti
“pengikat satu” dan “yang utama”. Asam amino adalah satu golongan senyawa
karbon yang setidaknya Mengandung satu karboksil (-COOH) dan satu gugusan animo
(-NH2).
Allen (1998),
menyatalian bahwa asirm-asam amino adalah unit dasar dari struktur protein.
Conway
(2007),Pada percobaan ninhidrin didapat hasil yaitu asam amino berupa ahnin
setelah di panaskan dengan campuran
ninhidrin pada penangas air warnanya berubah menjadi biru pekat. Hal ini juga
disesuaikan dengan pendapat yang menyatakan bahwa asam amino yang dipisahkan
direaksikan dengan ninhidrin untuk mengahsilkan warna biru – ungu
Dryer (2001),
protein dicerna sebagai asam amino penyusun ya oleh enzim proteolitik dan
peptidase yang ada didalam saluran gastroitetinal.
Dickerson (2002), asam amino
merupakan suatu penyusunan protein dan dapat dibedakan menjadi Monosakarida,
disakarida, Oligosakarida.
Doohan, James
(1990), menyatakan bahwa protein dapat larut dalam air danjika dipanaskan dapat
membeku.
E.Jhon (1992),
Uji millon digunakan untuk menentukan larutan benzene.
Edman (1990),
menyatakan bahwa peptida dilihat dari strukrurnya tergolong amida asam dan
merupakan senyawa majemuk yang dapat diuraikan melalui hidrolise menjadi aasam
amino.
Fetien Yarid
(2006), Protein bersifat amfoter, yaitu dapat beraksi dengan larutan asam maupun
basa. Daya larut protein berbeda didalam air, asam dan basa sebagian ada yang
mudah larut . dan ada pula yang sukar laut. Apabila protein tidak larut lemak
seperti eter atau kloroform. Apabila protein dipanaskan atau diditambahkan
etanol absolut maka protein menggumpul (terkoagulasi). Hal ini diaebabkan
etanol menarik mental air yang melengkapi molekul-molekul protein.Gunsrone
{1999), yang menyatakan bahwa campuran asam amino merupakan campuran yang dapat
berubah-ubah wamannya. Semua ini tergantung pada penambahan HCL. Jameso Brends
(2000), menyatakan bahwa enzim sebagai katalisator karena erzirn se-bagai suatu
zat yang dapat mempercepat reaksi kimia tanpa ikut atau muncul dalam hasil
reaksi.
Jhonson
(2002),menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam ekstraksi
minyak kelapa adalah erzim yang
menghidrolisis makro molekul karbohidrat dan
protein (proteolitik)
Jaru Anwar
(2001), menyatakan bahwa asam amino adalah senyawa anorganik yang mengandung
gugus karboksil dengan demikian mempunyai sifat asam-basa.
Kurnia
Kusnawidjaja (1993) Uji millon, dengn percobaan millon albumia berlangsung
positif, karein juga positif, tetapi untuk gelarin negatif, jika mungkin
positif lemah sekali, gelarin mengandung sedikit sekali tirosin
Manion (1999),
yang menyatakan bahwa cincin tersebut disebut cincin ungu senyawa kompleks.
Novita (2009)
uji ninhidrin adalah uji umum untuk protein dan asam amino .Ninhidrin dapat mengubah asam amino menjadi suatu
alhdehida.
Poedjiadi( 2000),
Kelarutan protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh
beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik
pelarutnya.Protein seperti asam amino bebas memiliki titik isoelektrik yang
berbeda-beda.
Rahani(2002) Protein
bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut
protein berbeda di dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang
sukar larut.Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter
dan kloroform.
Riawan (2000)
protein memiliki molekul besar dengan berat molekul yang bervariasi antara 5000 hingga jutaaan dengan hidrolisis oleh
asam atau oleh enzim protein akan mengahasilkan asam amino, ada 20 jenis asam
amino yang terdapat pada molekul protein.
Santoso (2008)
yang menyatakan bahwa ninhidrin bereaksi dengan asam amino bebas dan protein
menghasilkan warna biru.
Protein
merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya.
Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida, yang mengikat gugus
karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya.
Reaksi penyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma
dengan bantuan ribosom dan tRNA. Pada polimerisasi asam amino, gugus -OH yang
merupakan bagian gugus karboksil satu asam amino dan gugus -H yang merupakan
bagian gugus amina asam amino lainnya akan terlepas dan membentuk air. Oleh
sebab itu, reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi. Molekul asam amino yang
telah melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentuk residu asam amino
(Tim Dosen Kimia, 2009).
Karbohidrat
Kurnia
Kusnawidjaja (1993) Uji millon, dengn percobaan millon albumia berlangsung
positif, karein juga positif, tetapi untuk gelarin negatif, jika mungkin
positif lemah sekali, gelarin mengandung sedikit sekali tirosin.
Nelson (2009),
produk utama karbohidrat adalah karbondioksida, hidrogen, metan, asam lemak rantai
pendek yang mudah menguap.
Nuryani (2000), yang menyatakan bahwa apabila
beberapa monosakarida seperti glukosa fruktosa dan manosa diragikan maka akan
terbentuk etil alcohol dan CO2.
Montgomery
(2001), menyatakan bahwa ekstrak ragi (bebassel) mempunyai kemampuan untuk
mengubah glukosa menjadi etanol.
Rahman (2002)
yang menyatakan bahwa fermentasi mediun cair lebih memungkinkan untuk
mengendalikan faktor – factor fisik dan kimia yang mempengaruhi proses
fermentasi seperti suhu, pH dan kebutuhan oksigen.
Roogers (2003),
meyatakan bahwa apabila asam sulfat (K2SO4) pekatakan menghidrolisis ikatan
glikosida (daripolisakarida) maka akan dihasilkan monosakarida yang
serlanjutnya terjadi dehidrasi menjadi furfural dan turunanya.
Reinhard (2009),
menyatakan bahwa apabila HCI (asamklorida) pekat direasikan dengan gula dan
ditambahkan sedikit resorsional maka menghasilkan 4-hidroksi metil furfuran
berwama merah).
Wiliam (2007),
Karbohidrat (monosakarisa) yang penyusun utamanya adalah glukosa, lalu
dioksidasi menjadi CO2 dan H2O, kemudian diubah menjadi monosakarida,
disakarida, poligosakarida, ketiganya disebut Heksosa.
Werry(2006),
Karbohidrat terhidrolisis oleh enzim dan oleh karenanya pencernan karbohidrat
diabsorvasi sebaagai monosakarida, didalam hati, fruktosa dan glukosa diubah
menjadi glukosa.
Lipida
Alfi Darwis (2011)
Kelompok-kelompok besar dari lipid mempunyai sifat kelarutan yang berbeda-beda
dan sifat ini dugunakan untuk ektraksi dan pemisahan dari bahan biologis.
Endapan yang terjadi adalah lesitin(fosfolipid). Lesitin atau fosfatidilkolin
adalah senyawa fosfogliserol yang mengandung kolin (lesitin mengandung
gliserol, asam lemak, asam fosfat, dan kolin). Senyawa ini adalah fosfolipid
kolin terdapat dengan jumlah terbanyak di dalam membran sel dan menunjukkan
proporsi simpanan kolin yang besar pada tubuh. Kolin sangat penting dalam
proses transmisi saraf dan sebagai simpanan, gugus metil yang labil. Lesitin
dapat diperoleh dari kuning telur. Pemisahan fosfatidilkolin dari lemak dan
kolesterol dilakukan dengan pelarut eter dan aseton. Lesitin memiliki gugus
kolin yang bermuatan positif sehingga lebih larut dalam eter dan kurang larut
dalam aseton. Hal ini disebabkan eter memiliki elektron bebas yang dapat
diserang oleh muatan positif dari kolin sehingga kolin lebih larut dalam eter
daripada aseton yang tidak memiliki elektron bebas. Filtrat yang diperoleh dari
penyaringan lesitin (eter-aseton) diuapkan diatas waterbath hingga menghasilkan
suatu pasta.
Murray (2006)
Lemak lebih banyak ditemukan pada hewan, dan minyak lebih banyak diperoleh dari
tumbuh- tumbuhan. Lipid digolongkan kedalam lipid sederhana dan lipid majemuk.
Lipid sederhana contohnya adalah lemak, minyak, dan lilin atau wax. Sedangkan
lemak majemuk contohnya seperti fosfolipid, sfingolipid, lipoprotein, dan
isoprenoid.
Nelson (2009),
produk utama karbohidrat adalah karbondioksida, hidrogen, metan, asam lemak
rantai pendek yang mudah menguap.
Priadi (2009) Lipid atau
masyarakat sering menganggapnya sebagai lemak adalah senyawa organik yang tidak
dapat larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik (nonpolar), seperti:
kloroform, eter, dan minyak tanah. Molekul lemak tersusun dari unsur-unsur C,
H, O, dan terkadang terdapat unsur P dan N. Lemak umumnya disusun oleh
trigliserida (lemak netral) yang terdiri atas gliserol dan tiga asam lemak.
Berdasarkan tingkat kejenuhannya, asam lemak dapat dibagi menjadi dua golongan,
yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak jenuh adalah asam
lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap. Misalnya asam palmitat dan asam
stearat yang terdapat pada lemak hewani. Sedangkan asam lemak tak jenuh adalah
asam lemak tak jenuh adalah asam lemak yang mengandung ikatan rangkap.
Misalnya, asam oleat dan asam linoleat yang terdapat pada lemak nabati.
Reithel (1999)
yang menyatakan bahwa cara untuk mengklasifikasikan asam amino ada beberapa
cara antara lain cara mendasar pada jumlah gugus karboksilat dan gugus asam
amino yang terkandung oleh senyawa itu.
Reybred (2003),
menyatakan bahwa enzim merupakan biokatalisator dengan spesifisitas dan
efisiensi tinggi.
Ridwan (1990)
Protein memiliki molekul besar dengan berat molekul bervariasi antara 5000
hingga juataan. Dengan cara hidrolisis oleh asam atau oleh enzim, protein akan
menghasilkan asam-asam amino
Roswiem (2006)
Kolesterol adalah salah satu jenis lipid yang digolongkan ke dalam isoprenoid
yang merupakan jenis steroid. Kolesterol adalah molekul penting pada hewan yang
berfungsi sebagai komponen membran sel, prekursor biosintesis hormon steroid,
Vitamin D, dan garam empedu. Kolesterol mempunyai 2 gugus metil yang terikat
pada atom C-13 dan C-10 dengan ikatan rangkap. Rantai cabang hidrokarbon
terikat pada atom C-17, sedangkan gugus fungsionil hidroksil terletak pada atom
C-3. Kolesterol disimpan di dalam sel sebagai ester asam lemak yang dihasilkan
dari reaksi esterifikasi oleh enzim asetil KoA: Kolesterol asiltransferase
(ACAT) di sitoplasma. Reithel
(1999) yang menyatakan bahwa cara untuk mengklasifikasikan asam amino ada
beberapa cara antara lain cara mendasar pada jumlah gugus karboksilat dan gugus
asam amino yang terkandung oleh senyawa itu.
Salirawati
et al(2007) Lipid adalah senyawa yang
merupakan ester dari asam lemak dengan gliserol yang kadang-kadang mengandung
gugus lain. Lipid tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organic
se[erti eter, aseton, kloroform, dan benzene.
Salirawati et
al(2007) Lemak digolongkan berdasarkan kejenuhan ikatan pada asam lemaknya.
Adapun penggolongannya adalah asam lemak jenuh dan tak jenuh.
Sunita,
Almatsier(2005). Istilah lipida meliputi senyawa-senyawa heterogen, termasuk
lemak dan minyak yang umumnya dikenal dalam makanan, malam, fosfolipida,
sterol, dan ikatan lain sejenis yang terdapat di dalam makanan dan tubuh
manusia. Lipida mempunyai sifat yang sama yaitu larut dalam pelarut nonpolar
seperti etanol, eter, kloroform, dan benzena.
Syamsul (2007)
HCl yang ditambahkan akan menyumbangkan ion-ion hidrogennya yang dapat memecah
unsur lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hidrogen radikal bebas.
Kedua bentuk radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi
akan dihasilkan peroksida.
Enzim
Jameso Brends
(2000), menyatakan bahwa enzim sebagai katalisator karena enzirn sebagai suatu
zat yang dapat mempercepat reaksi kimia tanpa ikut atau muncul dalam hasil
reaksi.
Jhonson (2002),
menyatakan bahwa enzim yang berperan dalam ekstraksi minyak kelapa adalah enzim
yang menghidrolisis makro molekul karbohidrat dan protein (proteolitik).
Reybred (2003),
menyatakan bahwa enzim merupakan biokatalisator dengan spesifisitas dan
efisiensi tinggi.
Stone (2003),
menyatakan bahwa keuntungan memproduksi enzim dari mikroba antara lain biaya
produksi lebih rendah dapat diproduksi dalam waktu singkat serta mudah
dikontrol.
Vones (2002),
menyatakan bahwa aktivitas spesifik enzim merupakan parameter reaksi enzim yang
dapat mengambarkan daya kerja enzim yang bersangkutan.
Wandi (2003),
menyatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan karena enzim merupakan protein
biokatalisator yaitu daya tahan pada pH, suhu, dan lingkungan lain dengan
kisaran yang tidak terlalu besar sehingga pemakaian buffer dan pemilihan faktor
lingkungan yang tepat penting diperhatikan.
Wibowo (2001),
yang menyatakan bahwa pada penambahan getah buah pepaya muda dengan krim santan
kelapa jika dicampur antara yang dengan yang lain maka dari warna rasa dan
baunya akan jauh berubah dari awalnya. Sri (2001), Karbohidrat terhidrolisis
oleh enzim dan oleh karenanya pencernan karbohidrat diabsorvasi sebaagai
monosakarida, didalam hati, fruktosa dan glukosa diubah menjadi glukosa.
Wiliam (2002),
Karbohidrat (monosakarisa) yang penyusun utamanya adalah glukosa,lalu
dioksidasi menjadi CO2 dan H2O, kemudian diubah menjadi monosakarida,
disakarida, poligosakarida, ketiganya disebut Heksosa.
MATERI
DAN METODA
Waktu
dan Tempat
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan praktikum Biokimia
dilaksanakan setiap hari Senin mulai tanggal 16 Maret-06 April 2015 pada pukul
13.30 WIB s.d selesai yang bertempat di gedung C,Laboratorium Peternakan
Universitas Jambi.
Materi
Adapun materi
yang di praktikumkan adalah Protein dan Asam Amino, Karbohidrat, Lipida, dan
Enzim. Alat yang di gunakan adalah tabung reaksi , beker gelas , batang
pengaduk, pipet, gelas ukur , erlemeyer
, penangas air dan penjepit tabung reaksi, Pemarut kelapa, neraca analitik,
beker glass (1000 mL, 500 mL, 250 mL,100 mL), gelas ukur ( 50 mL, dan 100 mL),
selang plastik, Erlenmeyer, corong, Thermometer, botol inkubasi, pipet tetes,
pipet takar, Sentrifugasi, Water bath, kantong plastik, dan karet gelang.
Larutan monosakarida,ragi (yeast) , NaOH , aquades asam sulfat pekat ,
alfanaftol.
Adapun Bahan
yang digunakan pada praktikum adalah HCL,
NaOH, Aquades (masing-masing 5 ml ).
Asam-asam amino (glisin, histidin, dan tirosin) masing-masing 0,2 g. Asam-asam
amino ( glisin, tirosin , histidin) dalam bentuk cair masing-masing 2 mL,
ninhidrin (2 g/1), asam stearat, lemak dan minyak, fosfolipida, kolesterol,
pelarut, minyak paraffin, minyak kelapa, HCl encer, kolesterol, dan soda, krim
santan kelapa, getah buah pepaya yang masih muda ( umur 2-3 bulan), aquades,
alkohol ( 70% dan 90 %), fenolftalien, NaOH (0,1 N standar), dan KOH 0,1 N
standar), Danalat yang di gunakanadalahtabungreaks , tabungfermentasi , pipet
tetes ,penangas air.
Protein
dan Asam amino
Adapun metoda
yang di gunakan dalam praktikum pelarutan asam amino adalah pertama siapkan 4
buah tabung reaksi yang di isi pelarut dengan HCL , NaOH, etanol , aquades
(masing-masing 5 ml). Kedua larutkan 0,2
g asam amino ke dalam masing-masing pelarut tersebut, gunakan pengaduk bila
perlu, yang ketiga catat bagaimana
hasilnya dan bagaimana kesimpulan saudara.
Adapun metoda
yang di gunakan dalam praktikum uji ninhidrin adalah pertama masukkan 2 ml asam
amino yang akan di identifikasi ke dalam tabung reaksi dengan PH netral, kedua
tambahkan pereaksi ninhidrin ,ketiga didihkan selama 2 menit dalam penangas
air, dan ke empat amati warna hasil reaksi dan simpulkan hasil pengamatan anda.
Karbohidrat
Adapun
metoda yang digunakan pada praktikum biokimia “karbohidrdat” pada peragian
adalah pertama masukkan larutan monosakarida kedalam sebuah tabung reaksi
kemudian tambahkan sedikit ragi,selanjutnya kocoklah sehingga terjadi
suspensi,kemudian suspensi tersebut dimasukkan kedalam sebuah tabung
peragian.Biarkan sejenak pada suhu 300C (suhu kamar) sehingga
terbentuk CO2.Lalu tambahkan NaOH kedalam suspensi tersebut(sehingga
CO2 yang terbentuk hilang.Reaksinya: CO2 + 2 NaOH Ã Na2CO3 + H2O.Sebagai
blanko lakukan cara kerja 1-4 tanpa menggunakan ragi.
Metoda
yang digunakan pada uji iod adalah masukkan larutan yang diuji kedalam tabung
reaksi,lalu tambahkan HCl encer,dan tambahkan lagi 2 tetes iod.Sebagai blanko lakukan
prosedur 1 dan 2 tanpa menggunakan larutan yang diuji ganti dengan akuades dan
bandingkan warna yang terjadi antara yang menggunakan larutan uji dengan blanko
(akuades).
Lipida
Adapun metoda
yang digunakan pada daya kelarutan lipida adalah pertama, periksalah larutan
lipida dan asam-asam lemak dalam air dan pelarut-pelarut diatas, catat
perbedaan diantara gugus-gugus utama lipida. Kedua, teteskan 1 tetes larutan
lipida diatas pada kertas saring dan biarkan kering. Amati pembentukan suatu
noda lemak yang jernih. Ketiga, masukkan 1 mL air, tambahkan lipida yang telah
dilarutkan dalam etanol kedalam tabung reaksi. Catat penampakan larutan segera
setelah pencampuran dan setelah dibiarkan beberapa menit. Terakhir, masukkan air 3 ml kedalam 2 tabung reaksi,
tambahkan 2 tetes minyak sayur (olive) kedalam 2 tabung reaksi tersebut.
Tambahkan lagi larutan lesitin kedalam salah satu tabung reaksi, dan minyak
sayur kedalam tabung reaksi yang lain. Kocok campuran dengan baik dan
bandingkan stabilitas emulsi yang terbentuk.
Metoda yang
digunakan pada Emulsi dari lemak adalah siapkan 4 tabung reaksi yang
masing-masing berisi kurang lebih 5ml air.Pada tabung pertama dan ketiga
tambahkan masing-masing 1 tetes minyak
parafin ditambah 1 tetes HCl encer dan
pada tabung kedua dan keempat tambahkan masing-masing 1 tetes minyak kelapa dan
tambahkan 1 tetes HCl encer.Dan amati emulsi yang terjadi dan jelaskan keadaan
masing-masing tabung reaksi.
Enzim
Adapun metoda
yang digunakan pada praktikum enzim antara lain pada penyediaan getah buah
pepaya muda yaitu pertama buah pepaya muda ditorehkan dengan alat tahan karat
(pisau carter) yang terlebih datrulu diolesi atau disterilkan dengan alkohol 70
% dan dipijarkan pada nyala bunseru getah yang keluar ditampung sesuai dengan kebutuhan.
Pada penyedian
getah buah pepaya pada krim santan kelapa yaitu pertama kedalam 100 ml krim
santan kelapa ditambahakan 3 ml getah buah papaya kedalam botol inkubasi.
Botol-botol ini lalu diinkubasikan ke dalam inkobator pada suhu kamar.
Bersihkan semua peralatan yang digunakan dan meja kerja saudara dengan alkohol
70% srrat akan melakukan percobaan dan lakukan juga perlakuan tanpa penambahan
getah pepaya (sebagai kontrol).
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Protein
dan Asam Amino
Protein
merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya.
Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida, yang mengikat gugus
karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya.
Reaksi penyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma
dengan bantuan ribosom dan tRNA. Pada polimerisasi asam amino, gugus -OH yang
merupakan bagian gugus karboksil satu asam amino dan gugus -H yang merupakan
bagian gugus amina asam amino lainnya akan terlepas dan membentuk air. Oleh sebab
itu, reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi. Molekul asam amino yang telah
melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentuk residu asam amino (Tim
Dosen Kimia, 2009).
Pada umumnya
asam amino diperoleh sebagai hasil hidrolisis protein, baik menggunakan enzim
maupun dengan menggunakan asam, dengan cara ini diperoleh campuran
bermacam-macam asam amino dan untuk menentukan jenis asam amino maupun
kualitasnya masing-masing asam amino perlu diadakan pemisahan antara asam-asam
amino tersebutAsam amino merupakan satuan penyusun protein, berdasarkan rumus
bangunnya asam amino dapat dipandang sebagai turunan asam karboksilat, yang
satu atom hidrogennya digantikan oleh gugus amino.(Anwar M,2001).Protein yang
ditemukan kadang-kadang berkonjugasi dengan makromolekul atau mikromolekul
seperti lipid, polisakarida dan mungkin fosfat. Protein terkonjugasi yang
dikenal antara lain nukleoprotein, fosfoprotein, metaloprotein, lipoprotein,
flavoprotein dan glikoprotein. Protein yang diperlukan organisme dapat diklasifikasikan
menjadi dua golongan utama, ialah pertama; protein sederhana, yaitu protein
yang apabila terhidrolisis hanya menghasilkan asam amino, dan kedua protein
terkonjugasi, yaitu protein yang dalam hidrolisis tidak hanya menghasilkan asam
amino, tetapi menghasilkan juga komponen organik ataupun komponen anorganik
yang disebut “gugus prosthetic” (Sumarno, dkk., 2002)
Protein bersifat
amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein
berbeda di dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar
larut.Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan
kloroform. (Rahani,2002).).Kelarutan
protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik
pelarutnya.Protein seperti asam amino bebas memiliki titik isoelektrik yang
berbeda-beda. (Poedjiadi
2004)
Kelarutan Asam Amino
Tabel 1.Penambahan Glisin pada berbagai
pelarut
|
Pelarut + Glisin
|
Hasil Pengamatan
|
|
Kloroform
|
Glisin menggumpal di dalam kloroform
dan mengapung
|
|
Etanol
|
Terbentuk endapan,yaitu glisin
mengendap di dasar tabung reaksi,namun warna pelarut menjadi keruh.
|
|
NaOH
|
Glisin
larut dalam NaOH,
Glisin
membuat larutan NaOH menjadi sangat keruh dan tidak terbentuk endapan.
|
|
HCl
|
Glisin
tidak larut dalam HCl dan mengendap didasar tabung reaksi sehingga larutan
HCl tetap bening.
|
|
Air
|
Glisin
tidak larut dalam air fan mengendap didasar tabung reaksi dan air tetap dalam
keadaan bening.
|
Dari
tabel tersebut dapat diketahui bahwa glisin tidak larut dalam
HCl,etanol,kloroform,etanol, dan air kecuali pada NaOH.Glisin larut meskipun
sukar larut.
Pada
uji kelarutan asam amino “glisin” maka akan didapat hasilnya yaitu bahw
kloroform,etanol,NaOH,HCl dan air dengan asam amino dicampurkan,maka senyawa
pada pencampuran zat tersebut tetap seperti semula tidak ada perubahan
warna.Penyusun protein adalah asam amino yaitu asam organik yang mengandung
gugus amino(-NH2) disamping gugus karboksilat(COOH).Asam amino
sangat banyak sekali namun yang dikenal ada 20 jenis yang termasuk penyusun
protein alami.Hal ini sesuai dengan pendapat Anwar M (2001),yang menyatakan bahwa asam merupakan
satuan penyusun protein,berdasarkan rumus bangunnya asam amino dapat dipandang
sebagai turunan asam karboksilat yaitu yamg satu asam hidrogennya digantikan
oleg gugus amino.
Tabel 2.Penambahan Tirosin pada berbagai
pelarut
|
Pelarut + Tirosin
|
Hasil Pengamatan
|
|
Kloroform
|
Kloroform
memisah dari tirosin dimana terbentuk endapan didasar tabung.
|
|
Etanol
|
Terbentuk
endapan namun tidak terlalu terlihat.Tirosin dengan etanol bercampur namun
tirosin tidak sepenuhnya tercampur.
|
|
NaOH
|
Terbentuk
endapan.NaOH terpisah dari tirosin.Namun larutan terlihat keruh.
|
|
HCl
|
Terbentuk
endapan didasar tabung reaksi,pelarut memisah dengan tirosin dan pelarut
tetap bening.
|
|
Air
|
Terbentuk
endapan dan air tetap dalam keadaan bening meskipun sudah diaduk.
|
Dari
tabel tersebut dapat diketahui bahwa tirosin tidak larut dalam
HCl,etanol,kloroform,NaOH dan air.Terdapat sebagian yang larut namun sukar
larut.Hal ini sesuai dengan pendapat Rahani (2002) yang menyatakan bahwa
protein bersifat amfoter yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam-basa.Daya
larut protein berbeda didalam air,asam,basa.Ada yang mudah larut dan ada yang
sukar larut.Namun semua protein tidak larut dalam pelartu lemak seperti eter
dan kloroform.
Tabel 3.Uji Ninhidrin
|
No
|
Larutan
|
Hasil Pengamatan
|
|
|
1
|
Glisin + Ninhidrin
|
Warna ungu tua bening dan pekat
|
|
|
2
|
Tirosin+Ninhidrin
|
Warna ungu muda dan bening
|
|
|
3
|
Lisin+ Ninhidrin
|
Warna merah kecoklatan dan agak pekat
|
|
Berdasarkan
tabel diatas dapat diketahui bahwa ninhidrin merupakan oksidator yang kuat jika
bereaksi dengan glisin,tirosin dan lisin.Hal ini sesuai dengan pendapat
Santoso(2008) yang menyatakan bahwa ninhidrin bereaksi dengan asam amino bebas
dan protein menghasilkan warna ungu.Hal ini juga sejalan dengan pendapat Conway
(2007) bahwa asam amino setelah dicampur dengan ninhidrin dan dipanaskan pada
penangas air maka warna yang dihasilkan adalah biru-ungu.Hal ini juga sesuai
dengan pendapat Novita (2009) yang menyatakan bahwa uji ninhidrin adalah uji umum yang dilakukan pada protein dan asam amino.Ninhidrin juga dapat
mengubah asam amino menjadi suatu aldehida.
Karbohidrat
Karbohidrat
merupakan senyawa organik yang paling berlimpah di bumi kita,yang tersusun
terutama oleh monosakarida.Unit-unit monosakarida yang merupakan polihidroksi
aldehida atau polihidroksi keton bergabung membentuk polimer oligosakarida dan
polisakarida dengan melepaskan air.Sebagian besar zat-zat alam merupakan
golongan karbohidrat,fungsinya sebagai bahan baku (bahan sumber energi) baik
untuk mikroorganisme,tumbuhan maupun hewan.Nama karbohidrat digunakan pada
senyawa-senyawa tersebut untuk mengingat rumus empirisnya yang berupa CnH2nOn
yaitu mendekati Cn(H2O)n yaitu karbon yang
mengalami hidroksi.
Karbohidrat
dapat dibentuk pada tanaman tingkat tinggi dan beberapa ganggang selama
fotosintesis dengan memanfaatkan cahaya matahari,bahan bakunya CO2
dan air.Karbohidrat yang dikomsumsi oleh jasad non-fotosintetik diuraikan
menjadi monosakarida,unit penyusun utamanya glukosa lalu dioksidasi menjadi CO2
dan H2O diubah menjadi monosakarida atau disakarida lain atau
disimpan sebagai cadangan makanan didalam otot atau hati senagai glikogen.Hal
ini sejalan dengan pendapat Winarno FG (2004) yang menyatakan bahwa pada
tanaman,karbohidrat dibentuk dari reaksi CO2 dan H2O
dengan bantuan sinarmatahari melalui proses fotosintesis dalam sel tanaman yang
berklorofil.
Karbohidrat
merupakan sumber energi utama bagi manusia,yang menyediakan 4kalori (kj) energi
pangan per gram.Hal ini sesuai dengan pendapat Dawn B (2000),yang menyatakan
bahwa karbohidrat merupakan sumber kalori terbesar dalam makanan sehari-hari
dan biasanya merupakan 40-45% dari asupan kalori kita.Selain sumber energi
utama makhluk hidup dalam serat(fiber) seperti selulosa,pektin serta lignin
(Willian,2000).Unit-unit monosakarida yang merupakan polihidroksi aldehida atau
polihdroksi keton bergabung membentuk polimer oligosakarida dan polisakarida
dengan melepaskan air.Hal ini sejalan dengan pendapat Ramsden (2001) yang
menyatakan bahwa jika melihat struktur molekulnya karbohidrat merupakan
polihidroksi aldehid atau polihidroksi keton.
Karbohidrat
merupakan komponen penting pada beberapa senyawa struktural seperti dinding sel
tanaman,bakteri,mukopolisakarida kulit dan jaringan pengikat pada hewan.Beberapa
terikat dengan molekul lain seperti protein sebagai glikoprotein atau dengan
lipida sebagai glikolipida.Pada glikoprotein rantai oligo atau polisakarida
terikat oleh rantai polipeptida melalui ikatan N-glikosida.Pada nitrogen amida
asam amino,asparagin,atau glutamin atau melalui ikatan o-glikosida pada rantai samping atau (gugus hidroksil) OH
asam amino serin dan freonin.Analisis bagian karbohidrat,molekul glikoprotein
memerlukan penguraian polisakarida dari protein secara hati-hati.Biasanya
dengan enzim proteolitik atau degradai oleh alkali encer ikatan glukosida.
Karbohidrat
dibagi atas monosakarida(fruktosa,glukosa,manosa,galaktosa).Komponen gula yang
terdiri dari 6 atom C,disakarida,oligosakarida dan polisakarida ditentukan juga
oleh gugus yang karakteristik sebagai aldoheksosa atau ketoheksosa.Monomer
monosakarida merupakan senyawa aldosa atau ketosa yang dinamakan sesuai dengan
jumlah karbon pada rantainya.Polimer yang disusun oleh monosakarida sangat
bervariasi dalam ukuran BM.Pada sakarida dapat mengandung hanya 1 jenis unit
monosakarida (homopolisakarida),seperti pati,glikogen,selulosa,kitin (atau
beberapa jenis monosakarida heteropolisakarida).Mengenai struktur senyawa
karbohidrat dikenal dengan sistem terbuka dari:E.Fischer,tertutup darim Tollens
dan berbagai bidang yang diproyeksikan Harworth. Kabohidrat dibagi atas:
1.
Monosakarida:disebut
juga gula sederhana,diosa,triosa,tetrosa,pentosa(arabinosa,xylosa,ribosa),heksosa(glukosa,fruktosa,galaktosa,manosa)
2.
Oligosakarida:disakarida,trisakarida,tetrasakarida,pentasakrida,heksasakarida.(disakarida:sukrosa,maltosa,laktosa)
3.
Polisakrida:amilum,glikogen,dekstrin
dan selulosa.
Peragian
|
Bahan
|
Waktu
|
Warna
|
Keterangan
|
|
Dengan Ragi
|
1 menit
|
Keruh
|
Bersuspensi dan bergelembung
|
|
5 menit
|
Keruh
|
Bersuspensi,tidak bergelembung
|
|
|
Tanpa Ragi
|
1 menit
|
Bening
|
Bersuspensi,tidak bergelembung
|
|
|
5 menit
|
Bening
|
Bersuspensi,tidak bergelembubg
|
Larutan
glukosa yang telah ditambahkan ragi dan NaOH akan menghasilkan endapan dan
berwarna keruh artinya monosakarida yang merupakan satuan monosakarida tidak
dapat dihidroksi menjadi karbohidrat yang lebih kecil,hal ini sesuai dengan pendapat
Ket (2001) yang menyatakan bahwa monosakarida merupakan satuan karbohidrat yang
paling sederhana dan tidak dapat dihidroksi menjadi karbohidrat yang lebih
kecil.
Selain
itu,peragian dapat menyebabkan timbulnya gelembung gas CO2 pada
larutan.Hal ini sejalan dengan pernyataan Atmakusumah (2001) yang menyatakan
bahwa apabila pada larutan terdapat gelembung-gelembung gas itu berarti larutan
tersebut mengandung karbohidrat dan apabila larutan tersebut tidak mengandung
karbohidrat.Gas CO2 tersebut dihasilkan karena ragi menghasilakn
etil alkohol dan CO2.Hal ini sejalan dengan pendapat Montgomeri
(2009) yang menyatakan bahwa ekstrak ragi (bebas sel) mempunyai kemampuan untuk
mengubah glukosa menjadi etanol.Selain itu,hal itu juga didukung oleh pendapat
Nuryani (2005) yang menyatakan bahwa apabila beberapa monosakarida seperti
glukosa,fruktosa dan manosa diragikan akan membentuk etil alkohol dan CO2.Sedangkan
pada tabung reaksi yang tanpa ragi namun diberi NaOH,glukosa tidak bersuspensi
dan tidak dapat menghasilkan gelembung karena tidak adanya ragi sebagai
indikator penghasil etil alkohol dan CO2.
Uji Iod
|
Bahan
|
Waktu
|
Hasil
|
|
Pati ubi kayu
|
1 menit
|
Terbentuk 2 warna yaitu hitam dan
putih
|
|
5 menit
|
Warna berubah menjadi ungu
|
|
|
Pati nenas
|
1 menit
|
Terbentuk 2 warna orange dan kuning
|
|
5 menit
|
Warna menjadi agak kuning kehijauan
|
|
|
Santan
|
1 menit
|
Warna orange dan putih
|
|
5 menit
|
Berwarna krim kekuningan dan warna
tidak merata
|
|
|
10 menit
|
Warna agak kekuning-kuningan
|
|
|
Akuades
|
1 menit
|
Orange kecoklatan
|
|
5 menit
|
Kecoklatan
|
|
|
10 menit
|
Kecoklatan namun masih agak transparan
|
Pengujian
iodium pada karbohidrat gologan polisakarida akan menghasilkan reaksi dengan
larutan iod dan memberikan warna spesifik bergantung jenis
karbohidratnya.Menurut ketentuan dalam teori,amilase dengan iodine akan
berwarna merah violet,glikogen maupun dekstrin dengan iodine akan berwarna
cokelat.Dan dari praktikum yang telah dilakukan hasilnya berbeda.Sebab
penambahan iod pada pati ubi kayu yang mengandung karbohidrta justru berubah
menjadi keunguan.Penambahan iod pada nenas yang mengandung vitamin C akan berubah warna agak kehijauan serta
santan yang mengandung lipid akan menghasilkan warna agak kekuning-kuningan
serta akuades yang ditetesi iod akan berubah warna kuning keruh.Hal ini berarti
bahwa hanya patilah yang menunjukkan reaksi positif bila direaksikan dengan
iodine.Hal ini disebabkan karena dalam larutan putih,terdapat unit-unit
glukosa yang membentuk rantai heliks
karena adanya ikatan dengan konfigurasi pada tiap unit glukosanya.Hal ini sejalan
dengan pendapat Harold (2003) yang menyatakan bahwa patilah yang menunjukkan
reaksi positif terhadap iodin.
PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan dari
praktikum Protein dan asam amino ialah Protein tersusun atas polimer asam amino
yang bersifat khas, bukan hanya bagi gugus amino dan gugus karboksil bebas,
tetapi juga bagi gugus R yang terkandung di dalamnya. Setelah melaksanakan
praktikum mengenai kelarutan asam amino, dapat disimpulkan bahwa daya larut
beberapa asam amino tertentu dapat larut pada pelarut tertentu, misalnya :
glisin dan histidin dapat larut dalam larutan HCl, NaOH dan Aquades, sedangkan
tirosin hanya larut dalam larutan etanol.Berdasarkan hasil percobaan yang telah
dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Karbohidrat dapat diidentifikasi oleh
pereaksi molisch. Fermentasi mediun cair lebih memungkinkan untuk mengendalikan
faktor – factor fisik dan kimia yang mempengaruhi proses fermentasi seperti
suhu, pH dan kebutuhan oksigen.Kesimpulan dari praktikum Lipida adalah dapat
diketahui bahwa lemak (lipid) memiliki sifat larut dalam pelarut nonpolar yaitu
seperti etanol. Sedangkan lipid tidak dapat terlarut dalam air, karena air
bersifat polar. Dari setiap bahan yang digunakan menghasilkan reaksi yang
berbeda. Ada yang terbentuk emulsi dan ada yang tidak.Kesimpulan dari praktikum
Enzim adalah Enzim merupakan protein yang disentesis oleh sel hidup untuk
mengkatalisasi reaksi yang berlangsung didalamnya. Oleh karena reaksi yang
enzimatis sangat bervariasi, maka biokatalisator yang dibentuk, jumlah maupun
jenisnya tak terhitung banyaknya. Enzim merupakan biokatalisator dengan
spesifikasi dan efisiensi tinggi. Enzim dapat diproduksi dengan cara
mengektraksi dari jaringan tanaman atau hewan dan mikroorganisme. Hasil uji
Organoleptik menghasilkan tanggapan indera yang berbeda-beda.
Saran
Sebaiknya dalam
melakukan praktikum, praktikan harus bisa memanfaatkan waktu yang telah
ditentukan, agar data yang diperoleh lebih akurat serta lebih meningkatkan
ketelitiannya dalm melaksanakan praktikun. Dan semoga pada praktikum yang akan
datang menjadi lebih baik dan kita semua bisa menjalankan praktikum ini dengan
lebih paham lagi, serta menjaga kebersihan lab.






0 komentar:
Posting Komentar